"Ember Timbaan"

pasti kalian yang baca pada bingung kenapa gw tulis cerita inio dengan judul “ember timbaan”.!
menggelitik, atau cuma sekedar kata kiasan yang kejadiannya emang sedang terjadi dihidup gw saat ini :p
okee..
kalian pasti tau apa itu “ember timbaan”?
mungkin kalo kalian ada yang ga tau pasti kalian adalah orang yang ga pernah main ke sumur hahaha (ngapain juga sering-
sering main ke sumur?) :p
kalian tau ga sih peran ember di sebuah sumur?
biasanya ember itu ditarik oleh sebuah tali yang jika seseorang membutuhkan air dari sumur maka orang itu mengulur
tali yang tersangkut di ember dan menariknya ke atas kembali untuk mengambil air yang ada di dalam ember itu.
hmhmhmh… (masih bingung iah) hhe..
jadi gini..
kalian pernah ga sih dianggap sama orang lain tapi mereka menganggap kita ada saat orang itu merasa “PERLU” dengan kita?
tapi disaat mereka ga perlu sama kita orang itu bahkan seakan ga butuh kita dan parahnya kita mungkin di anggap “NGGAK ADA ARTINYA”
seperti nasib si “ember timbaan” kan disaat orang lain perlu air mereka memakainya untuk mengambil air di dalam sumur yang mungkin resikonya
tali yang terkait di ember setelah sampai di dasar sumur pun “TERPUTUS” tapi apa mereka yang memakai ember itu PEDULI saat ember itu terputus?
mungkin orang itu cuma berfikir “beli aja lagi ember yang baru” bkannya seperti itu?
sadar ga kalo selama ini pengorbanan kita terkadang “sia-sia” ?
okee… bukan berarti mengenyampingkan sebuah usaha dan pengorbanan.! tapi apa harus selalu dibalas seperti itu?
disaat ada orang yang membutuhkan kita dan kita rela untuk menolongnya bahkan mengorbankan semua yang kita punya
tapi kemudian jika orang yang kita bantu telah mendepatkan yang mereka mau orang itu pun “pergi” dan mungkin tanpa mengucapkan terima kasih sama sekali.
oke, dari buku yang pernah gw baca tntang bagaimana seseorang bisa mengucapkan terima kasih.
buku itu pun menulis bahwa seseorang terbiasa mengucapkan terima kasih karna memang ucapan itu sudah dilatih oleh keluarganya sejak kecil.
dan pada saat nabi menyembuhkan 10 orang kafir dari sakitnya apakah semua orang kafir itu mengucapkan terima kasih?
jawabannya TIDAK.!! karna dari 10 orang yang nabi sembuhkan cuma 2 orang yang mau mengucapkan terima kasih pada nabi dan nabi pun sadar akan itu.
oke kembali ke “ember timbaan” hhe..
coba deh rasain kalo kalian dianggap seperti “ember timbaan” yang gw maksud di atas..
hmhmh… udah bisa ngrasain?
mungkin ada sebagian orang yang bilang “itu udah resiko”.!
resiko? heyy.. terlalu remeh kalo kalian menganggap itu sebuah resiko.!
kalian mau terus-terusan digituin sama orang lain? (gw sih ngga deh)
terus-terusan dimanfaatin cuma buat ngbuat orang lain itu puas lalu setelah semuanya terjadi semua hal itu pun HILANG.! hahaha..
coba dech kalian berkaca jika kalian masih suka berbuat hal yang seperti gw sebutin di atas.
berkaca kalo kalian ada di posisi si “ember timbaan” itu apa yang kalian rasain.!!
dan gw pikir ngga ada orang yang ada dimka bymi ini yang mau jadi “ember timbaan” andaikan pun ada gw rasa ga akan pernah ada rasa ikhlas dihatinya untuk jadi SANG “ember timbaan”

Single Post Navigation

2 thoughts on “"Ember Timbaan"

  1. klo embernya ga dijaga,bisa dijarah pemulung tuh,..
    kan ribet klo lagi butuh si ember,eh malah ga ada,…haha

  2. emang kasian si ember timbaan yang mau ngambil juga cuma seorang pemulung..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: