Istana itu.

Anggap saja tempat itu sebuah istana, dimana orang-orang didalamnya adalah orang-pilihan sehingga tidak sembarang orang bisa masuk kedalamnya.
Sebuah istana dimana semua bisa didapat dengan mudah. Sehingga banyak orang yang ingin ada dalamnya.
Tapi ternyata didalam istana itu tidak semua orang merasa bahagia. Anggapan orang lain ternyata salah.
Ada beberapa orang justru merasa terasingkan sampai ingin memilih untuk pergi ke luar.
Merasa terasingkan, dikucilkan bahkan dibuang oleh orang-orang didalamnya itu alasan kenapa mereka ingin keluar.
“mereka tidak bisa merangkul. Mereka hidup terlalu senang sampai lupa ada orang lain” itu teriaknya.
namun karna system yang dibuat dia tidak bisa keluar dari sana.
Menunggu waktunya sampai semua selesai itu yang paling ditunggu oleh mereka yang terasingkan.

Dulu sempat datang pertanyaan “apa lo mau ada disana?” | “ngga!”.
Diantara omongan tentang keindahan didalamnya sempat terdenger kalau tempat itu bisa merubah orang dan malah akan kehilangan kehidupan yang sebelumnya. Itulah mengapa lebih memilih untuk tidak ada di tempat itu walaupun semua sarat terpenuhi.

Sampai akhirnya seorang teman dekat akhirnya masuk kedalam istana itu.
awalnya dia masih sesekali untuk bertemu dengan teman-teman lamanya. Sampai akhirnya dia lupa.Atau mungkin sengaja melupakannya karna dia mulai nyaman di istana itu.

Orang yang dulunya masih bisa tertawa bersama, sekarang untuk saling menyapa saja malas. Bahkan seakan mengumpat untuk menghindar.
Saat datang undangan untuk berkumpul selalu ada alasan untuk berkata tidak.

Dia lebih memilih untuk berkumpul dengan teman-teman barunya yang ada di lantai dan tingkat yang sama.
Lantainya saja marmer, tiang penyangganya emas. Mana mungkin dia masuk kedalam tempat nya yang dulu.
Sebuah tempat sederhana dengan ukuran kecil dimana dia dan teman-teman lamanya saling berkumpul dan tertawa.

Dia lupa dari mana dia berasal.
Dia lupa siapa yang dulu memegang tangannya lalu mengangkatnya untuk bangun.
Janjinya dengan teman-teman lamanya yang ditulis dikertas usang dan masing-masing bahkan saling menyimpan kini menguap lalu menghilang.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: